Kamis, 15 November 2012

"Jadi Ikhwan Jangan Cengeng"

Wah ini cerita sangat bagus dan mengena sekali...
Ketika asik browsing dan cari-cari artikel tentang cerita-cerita yang menyenangkan akhirnya terpaku disalah satu blog sahabat kita (saya lupa namanya siapa) yg mempost tentang cerita ini...
Sepertinya tak perlu bertele-tele lagi langsung saja dibaca dan ambil hikmahnya...^_^


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?

Malinau Kota q tercinta...

Pada awalnya Malinau adalah sebuah kawasan pemukiman yang semula dihuni suku Tidung. Daerah ini selanjutnya menjadi kampung, berubah menjadi kecamatan. Kini Malinau menjadi ibukota kabupaten.
Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat suku Tidung, asal mula timbulnya atau disebutnya nama Malinau saat kedatangan orang-orang Belanda ke pemukiman yang dulunya bernama Desa Selamban. Di desa Selamban ting
gal penduduk dari kalangan keluarga Suku Tidung. Sedangkan di seberang sungai terdapat desa Pelita Kanaan yang terletak di tepi sungai Kabiran tempat bermukimnya Suku Dayak Abai.
Pada saat Belanda datang ke desa ini, terjadilah dialog dengan sekelompok Suku Abai, yakni kaum ibu yang sedang membuat sagu dari aren. Orang Belanda lantas bertanya dalam bahasa Belanda yang artinya kurang lebih, "Apa nama sungai ini?". Maksudnya sungai di desa mereka. Penduduk yang mendapat pertanyaan tersebut tidak mengerti. Mereka hanya menduga maksud pertanyaan orang Belanda tersebut, mereka sedang mengerjakan atau melakukan apa. Lantas salah seorang dari mereka menjawab,"Mal Inau" yang maksudnya sedang mengolah atau memasak sagu enau/aren. "Mal" artinya membuat, sedangkan "Inau" artinya pohon enau/aren. Orang Belanda yang bertanya mencatatnya. Jadi nama Malinau lahir secara tidak sengaja.
Kemudian nama Malinau dalam peta dan administrasi Pemerintah Hindia Belanda yang menyebutkan ada nama sungai Malinau. Sejak itulah daerah ini disebut dengan nama Malinau. Sedangkan dalam perkembangannya, daerah Malinau makin banyak penduduknya yang mulai menyebar ke sebelah hulu dan hilir Desa Selamban sebelumnya. Terus berkembang menjadi kota kecil yang kemudian menjadi Kecamatan Malinau. Terakhir setelah adanya pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan, Malinau menjadi ibukota Kabupaten, yaitu Kabupaten Malinau.
Sumber : https://www.facebook.com/pages/I-Love-Malinau/116864295132892?ref=stream

Rabu, 14 November 2012

Goes To Bontang ( Beras Basah )

 Ada z kelakuan nak2 ilkom ini coba liat...ckckckck
 Lw yg nie nda usah ditax lagi mank gini nie orgx sayangx msh kurang anggota toxi yg laenx lw ada makin jadi tu kelakuan mrk...heee
 Ilkom luv u... Asikkk
 Ehhmm... lw yg nie mngkin pas kanak2 nda pernah maen loncat2an... pisss

 Me...^_^
Dah tw kapalx miring2 malah poto2, tapi asik jg xtrim gt jadix...hahaha

Goes to Balikpapan

 Singgah bentar di warung tahu sumedang + poto2 dulu...
 Siap2 back to samarinda...^_^
 Lw di liat2 bisa nie dijadikan boyband...hahaha
Nah lw yg nie ibu2 pkk kelas kita...


Disini tersimpan cerita yang beguti menarik dari yg nda jelas ampe yang jelas...
Nda kebayang gimana jadix...hahaha
Pokokx seru dah liburan waktu itu...
Kau lah inspirasi q...
Efek Blog